Cari Properti Idaman Anda

Berita

Pembangunan dan Kota Hijau
19
Sep
Pembangunan dan Kota Hijau
19 Sep 2018
Komentar

Kajian tentang pembangunan kota berkelanjutan menjadi isu strategis dalam Kongres United Cities and Local Governments Asia-Pacific atau UCLG Aspac VII pada 12-15 September di Surabaya, Jawa Timur. Tema yang di angkat adalah “Pembangunan Berbasis Inovasi Menuju Kota Berkelanjutan”.

Pemilihan tema ini tidak bisa terpisah dengan tantangan sejumlah kepala daerah pemenang pilkada serentak. Persoalan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks, tidak saja menyatukan sinergi dan harmoni, tapi juga bagaimana proses pembangunan daerah bebas dari ancaman korupsi. Tata ruang merupakan salah satu nadi yang mendukung pembangunan perkotaan dan harmoni berkehidupan. Ironisnya, tidak banyak yang peduli terhadap tata ruang. Argumen yang mendasari adalah masih tak acuhnya publik terhadap tata ruang.

Salah dalam memahami tata ruang dan manajemen lingkungan, ancaman bencana menjadi implikasi dari pengabaian tersebut. Hal ini secara tidak langsung menegaskan bahwa banjir dan longsor adalah momentum melakukan kaji ulang terhadap semua perizinan sehingga tidak terjadi lagi pengalihan lahan demi kepentingan ekonomi bisnis semata, tetapi mengabaikan sinergi dan harmoni dengan yang lain sehingga berakibat hancurnya manajemen lingkungan secara berkelanjutan.

Argumen yang mendasari adalah banyaknya terjadi peralihan fungsi peruntukan tidak sesuai dengan kaidah tata ruang yang semestinya sehingga dampak simultan yang terjadi adalah bencana dan konsekuensinya manusia menjadi korban. Jadi, jangan salahkan alam yang tidak lagi mau bersahabat dengan kita karena kita sendiri yang mengabaikan keseimbangan alam lewat pembangunan yang tidak sesuai dengan tata ruang. Fakta ini menjadi argumen urgensi penataan ruang secara profesional dengan memadukan harmoni dan keseimbangan dengan semua elemen yang mendukung. Pembangunan perkotaan ke depan tidak bisa mengabaikan kebutuhan terhadap ruang terbuka hijau

Ke depan perlu ada reorientasi pemikiran mengenai program pembangunan perkotaan, yaitu indikasi keberhasilan tidak hanya dilihat dari banyaknya mal pusat per belanjaan atau gedung-gedung bertingkat, tetapi juga terbangunnya sinergi nilai secara sosial antara pusat-pusat kegiatan ekonomi bisnis dengan eksistensi lingkungan yang ada. Bahkan untuk mendukung hal ini, kalau memang dimungkinkan pemerintah bisa memberikan award kepada daerah yang mampu merealisasi harapan tersebut.

Bagikan Post ini:

Komentar